Edisi 25 Oktober 2026Belajar hari ini, dipakai besok.
← Jalur KarierKampus

Merasa salah jurusan di semester dua: kapan bertahan, kapan benar-benar pindah

Perasaan salah jurusan hampir selalu datang, tapi tidak semuanya perlu ditanggapi dengan pindah.

Merasa salah jurusan di semester dua: kapan bertahan, kapan benar-benar pindah

Musim pendaftaran kampus sedang berjalan, dan setiap tahun di waktu yang sama saya menerima pesan serupa dari mahasiswa semester dua atau empat: "Kak, sepertinya saya salah jurusan." Perasaan ini sangat umum, dan saya ingin membahasnya dengan jujur, karena jawabannya bukan selalu pindah dan bukan selalu bertahan.

Hal pertama yang perlu dipisahkan adalah antara tidak suka mata kuliahnya dan tidak suka bidangnya. Semester awal di hampir semua jurusan diisi mata kuliah dasar yang kering dan terasa jauh dari pekerjaan nyata. Banyak orang menyerah di tahap ini, padahal yang mereka benci bukan bidangnya, melainkan cara bidang itu diperkenalkan.

Baca juga: Satu menit pertama wawancara: menjawab "ceritakan tentang dirimu" tanpa mengulang CV

Pisahkan juga antara jurusan yang salah dan lingkungan yang salah. Teman sekelas yang tidak cocok, dosen yang membosankan, atau kota yang asing bisa membuat segalanya terasa keliru, dan itu akan ikut terbawa ke jurusan mana pun kalau tidak dikenali.

Tes kecil sebelum mengambil keputusan besar

Cari tahu apa yang sebenarnya dikerjakan orang yang lulus dari jurusanmu, bukan dari brosur, tapi dari kakak tingkat yang sudah bekerja. Kalau mendengar cerita mereka membuatmu bosan, itu sinyal yang layak diperhatikan. Kalau justru membuatmu penasaran, mungkin yang perlu diubah adalah cara belajarmu, bukan jurusannya.

Coba juga satu proyek kecil di bidang yang kamu kira lebih cocok, selama satu bulan, tanpa meninggalkan kuliah. Banyak orang menemukan bahwa bidang impian itu juga punya bagian yang membosankan, dan ternyata mereka hanya lelah, bukan salah tempat.

Kalau setelah semua itu perasaannya tetap sama, pindah adalah keputusan yang sah dan bukan kegagalan. Bicarakan dengan keluarga dengan rencana yang konkret: jurusan tujuan, jalur yang tersedia, dan apa yang dilakukan dengan mata kuliah yang sudah ditempuh. Keputusan yang datang dengan rencana selalu lebih mudah diterima daripada yang datang sebagai keluhan.

Apa pun pilihannya, buat keputusan itu di kepala yang tenang, bukan di malam setelah ujian yang buruk.

BZ
Bayu ZulkarnainBayu menulis enam artikel untuk Jalur Karier antara 2023 dan 2024, pada masa situs ini masih hanya punya segelintir pembaca. Ia dulu paling sering membahas cara bertahan di semester pertama dan berhenti menulis setelah pindah ke pekerjaan yang tidak menyisakan waktu luang.